Skip to main content

wuih mudik euy.....

Wah orang Indonesia memang hebat (seperti saya...he..he...). Mudik tradisi yang dilakukan kebanyakan orang Indonesia.Untuk urusan yang satu ini apapun dilakukan. Sebab ritual yang terjadi 1 tahun sekali ini merupakan ajang untuk silaturahmi menyambung tali kasih dan persaudaraan.
Kebetulan saya ini perantau, asli slawi kerja di Bogor ya jelas pasti ikut mudik.Tahun ini pertama kalinya saya mudik tidak sendiri, lebaran kali ini cinta dan nayla ikut merayakan hari raya dirumah Mbahnya. Ternyata gak ketulungan "PEGEL" seperti saya mudik butuh biaya yang benar-benar nguras dompet,ATM, sampai kas kantor.Coba bayangkan tiket bus yang hari biasa Rp.125.000 menjelang lebaran harga tiket meroket menjadi Rp.225.000 wah gila bener.....! Tapi semua pengeluaran itu terobati oleh hangatnya silaturahmi dengan keluarga, sahabat dan teman terutama nayla yang baru pertama ketemu sama semua saudara Ayahnya.





Comments

Popular posts from this blog

Desktop Valuation

Mencari informasi di google dengan key word ini hasil yang diperoleh mostly dari pihak/penilai yang menawarkan jasa untuk melaksanakan penilaian properti dengan desktop valuation. Sebagian memang menyebutkan definisi dan sedikit penjelasan. Dari hasil pencarian di web tersebut berasal dari Australia dan Amerika terlepas dari sempurna tidaknya search engine yang digunakan. Dari informasi di beberapa laman web jika boleh disarikan desktop valuation adalah penilaian properti yang dilaksanakan tanpa melakukan survei pengamatan langsung atas objek penilaian. Penilaian dilakukan oleh Certified Valuer ataupun Registered Appraisal . Para penilai menggunakan data dan informasi yang diberikan oleh si pemberi tugas kemudian melakukan analisis on desk atas data tersebut. Hal ini dimungkinan karena para penilai ini telah memiliki data base yang mencukupi, tentu saja laporan penilaiannya dilengkapi dengan asumsi dan diclaimer yang menjadikan dasar opini nilainya. Penggunaan desktop valu...

BPKP: Penyimpangan mencapai Rp.6 triliun

Berita tersebut ada di harian Kontan edisi Senin 30 Juni 2008, dengan judul Pengelolaan Kemayoran dan Gelora Menyimpang. Hasil temuan BPKP seperti yang ditulis dalam harian kontan tersebut membuat saya bertanya? Pada alinea pertama:.... Ini terlihat dari hasil sementara audit Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP). Audit BPKP menemukan ada pengelolaan aset senilai Rp.6 Triliun yang tidak benar. Pertanyaan: Apakah tugas BPKP pada Badan Pengelola Kawasan kemayoran (BPKK) dan Badan pengelola Gelora Bung Karno (GBKK)? inventarisasi aset Barang Milik Negara (BMN) atau mengaudit BPKK dan GBKK? Pada alinea kedua:..., BPKP menemukan ternyata banyak fisik aset di kawasan Kemayoran dan Gelora Bung Karno tidak ada . Pertanyaan: Sudahkah dicek secara seksama langsung ke lapangan? mungkinkah data yang digunakan salah atau tidak up to date ? Pada alinea kelima: ..., BPKP telah mengetahui nilai total di Kawasan Kemayoran dan Gelora Bung Karno. Pertanyaan: Dari mana nilai aset tersebut? Sebagai l...

pemuda

Sesuatu yang nyata dan jelas: penjajahan dan penindasan dirasakan benar oleh para pemuda dan pemudi saat mencetuskan Sumpah Pemuda. Keyakinan dan kekuatan untuk memerangi bersama memperkokoh pondasi untuk bersatu. Waktu pun terus bergulir, tercatat peran pemuda-dan pemudi selalu mewarnai perjalanan Negara Republik tercinta. Semoga pergerakan pemuda saat ini murni memperjuangkan aspirasi dan kepedulian kepada rakyat dan bukanlah topeng yang dilambari untuk tujuan keuntungan pribadi. Mari bangkit bersama dengan semangat yang sama dengan para jong dimasa lalu.