Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ceritaku

DAN GORENGAN (pun) HARGANYA NAIK

Di awal tahun sebuah usulan dari Kerajaan Kebon Sirih cukup mencenangkan “Kenaikan gaji pegawai BI” dengan alasan yang rasional dan masuk akal menyesuaikan dengan laju inflasi. Tak berselang minggu penguasa Istana Medan Merdeka pun mengeluh tentang gajinya yang telah 7 tahun tidak mengalami kenaikan. Sudah sewajarnya lah sebuah prestasi diganjar dengan hadiah ataupun imbalan yang setimpal, bahkan sudah menjadi keharusan. Hal ini sebagai rasa terima kasih atau penghargaan atas apa yang telah diraih. Tadi sore saya beli gorengan di depan komplek, ternyata harganya naik. Sekarang Rp.600,- satunya pak. Oh..gitu sahutku pendek, padahal baru minggu kemarin beli gorengan dan waktu itu jatah cabai rawit sebagai bonus pembelian telah dikurangi, sekarang harga gorengan naik cabai rawitnya pun tak bertambah. Sesaat aku termenung mungkinkah ada kaitan dengan rencana kenaikan gaji dari Kerajaan Kebon Sirih dan Istana Medan Merdeka? Bank Indonesia selaku pengawas dan kontrol atas moneter bukankah sa...

Good Governance is Very GooD

Bukan sekedar slogan, saya sudah merasakannya sendiri. Dikarenakan mulai senin depan saya akan mengikuti International short course di negeri tetangga. Wah sudah pasti dong banyak surat yang harus diurus. Meskipun pemberitahuan sudah diinformasikan jauh-jauh hari sebelumnya, tapi karena kesibukan dan kebiasaan jelek kalo bisa besok kenapa harus sekarang ( …jangan diikiuti!!! ) maka saya baru mengurusnya seminggu sebelum keberangkatan. Mulai dari surat tugas, izin dari Setneg, sampai exit permit dari Deplu. Untunglah (wong jowo untung terus!) hari ini selesai semua dan senin aku akan dinegeri orang selama sebulan penuh. Dalam short course tersebut pihak penyelenggara mensyaratkan kepada setiap peserta agar membawa dokumen berupa film mengenai negara asal peserta. Sempet bingung juga mencari material ini, setelah tanya ama mbah google dan unduh sana-sini tapi hasilnya masih kurang. Seorang teman menyarankan mas kenapa gak coba ke menbudpar aja pasti disana ada. Mengikuti saran...

Bang Thoyib

Wah setelah lama gak ngeblog, ternyata kangen juga! Maklum sekarang pura-pura sibuk. Bulan Juli-Agustus selama 3 minggu dikirim ke Nanggro Aceh Darussalam,kemudian Ramadhan kemarin, sampai tgl 26 september harus gantiin bos "berpusing ke Brunei,Malaysia dan Philipina. Dan sekarang sampai tgl 1 Oktober kembali dikirim selama 3 minggu ke celebes island . Puih cape banget deh, terbayang berapa banyak laporan yang akan dibuat. Ya meski ada enaknya juga jalan-jalan ke tempat yang baru buat nambah pengalaman. Selama di Aceh saya banyak berada di Unsyiah, kemudian di negri tetangga berkutat sekitar perwakilan baik KBRI maupun KJRI, dan sulawesi bermarkas di Polres. Sampe -sampe di tempat kerja dah dapat julukan baru "bang thoyib".

saudara serumpun?

Berita di TV akhir-akhir ini banyak mewartakan penderitaan para TKI dan TKW yang mengadu nasib di malaysia.Penyiksaan fisik dan mental , sampai penghilangan nyawa sepertinya akrab dengan mereka.Oknum pelaku penyiksaanpun beragam dari, majikan , mandor perkebunan bahkan anggota polis diraja malaysia pun turut memberatkan beban penderitaan para pahlawan devisa itu. Ironi dan menyedihkan, kejadian penyiksaan para tkw dan tki ini bukan lah hal baru.Tetapi terus berlanjut seperti tidak ada ujung penyelesaian. Itu baru cerita TKI dan TKW, masih hangat dalam ingatan kita bagaimana seorang wasit karate asal Indonesia yang sedang bertugas di Malaysia ramai-ramai digebuk oleh anggota polisi diraja malaysia. Atau kita harus ingat lagi bagaimana pualu sigitan dan lim bisa diccaplok oleh malaysia.Bahkan mereka masih mencoba untuk menyerobot blok ambalat! Negara kita selalu meyenandungkan saudara serumpun kepada malaysia! Sementara dengan Australia kita selalu berseberangan dan sepertinya ingin b...

Selamat tinggal Matahari Bogor

Akhirnya SK Mutasi keluar juga! Dan hasilnya jauh dari perkiraan. Meski pindah tugas atau mutasi ini sifatnya biasa dan wajar dalam pekerjaan tapi sempet kaget juga. Sebab kemarin waktu ada rencana reorganisasi sempat mengajukan permohonan untuk pindah ke Tegal, maksudnya mau pulang kampung . Sebenarnya penempataku di Kantor Pusat masih lebih baik daripada teman-teman yang lain seperti : mas Cahyo dan mas Agung harus terbang ke Singkawang, RIza ke Pontianak, Apit harus ke Metro, sementara sapto yang baru punya momongan kudu ngepak koper ke Lahat. Meski berat, kalo udah begini ya harus dijalani, untuk mengabdi pada nusa dan bangsa (ceillleh...sok!). Nah yang jadi persoalan buat saya sekarang harus bisa berangkat pagi! (glek...). Apalagi Nayla belum bisa ngelihat kalo Ayahnya berangkat kerja, maklum anak ayah.Mungkin mulai senin depan saya sudah harus berebutan,berdesakan dan berhimpitan, dengan orang-orang seperti waktu kuliah dulu. Wuiih... terbayang capenya!!! Bangun pagi ber...

Polisi Gadungan

Kemarin saya diajak teman kantor ke kantor polisi Resort Bogor mau bikin laporan ke bareskrim. Sesampainya di ruang korps serse saya tidak ikut masuk, tapi menunggu di teras. Lagi asyik duduk santai tiba-tiba datang seseorang dengan sikap siap sempurna dan menghormat. (selamat pagi! Pak medi ada Pak) Sambil terkaget-kaget saya jawab (coba cari ke ruang situ), sambil tangan saya menunjuk sebuah ruangan. Tak lama berselang seseorang keluar dari ruangan, dengan sikap yang sopan, tangan sebelah diturunkan dengan sedikit menundukan badan sambil bilang (permisi pak) duduk disebelah Saya. Jahatnya lagi saya kok ngerasa seneng dihormatin seperti itu. Sambil memperbaiki sikap duduknya orang tadi bertanya (ini barang apa ya) (gak tahu) jawab saya (barang bekas curian kali ya?) lanjutnya (oh iya nih buat barang bukti yang tidak diambil) jawab saya ketus. Mungkin merasa intonasi dan jawaban saya yang kurang ramah dia pergi, dengan terlebih dahulu minta ijin saya (permisi dulu pak). Setelah n...

naik lagi....?

Baru saja berita gembira tentang kenaikan gaji tahun 2007, eh yang lain ikutan naik . Ada gak ya hubungan / korelasi antara kenaikan gaji PNS dengan kenaikan harga barang kebutuhan pokok? Masalahnya setiap pemerintah mengadakan rencana kenaikan gaji untuk PNS, TNI dan POLRI selalu diikuti kenaikan harga pada umumnya. Dan biasanya pula jika terjadi kenaikan harga stock barang di pasaran sering habis atau menghilang.Coba bayangin harga udah naik mahal, barang ga ada, apa yang mau dibeli? Kenaikan harga barang mengacaukan semua rencana untuk tahun depan.Kayaknya untuk pembelian perabot rumah tangga belum juga bisa kontan. Seperti biasa kredit lagi kredit lagi. Memang sih kenaikannya masih kisaran 3% s.d.5% tapi sedikit banyaknya prosentas tadi telah menggerus impian untuk menikmati kenaikan gaji. Belum lagi kenaikan diterima, sudah menganggung beban kenaiakn harga.Padahal biasanya kenaikan gaji PNS tidak langsung dibayarkan, karena awal tahun saat dimana pencairan anggaran dari APBN ma...

Rp.1.000 trilyun

Siang menjelang sore kemarin saya dapat cerita bahwa "Uang Rp.100.000,- yang ada sekarang adalah uang duplikat". Berikut cerita tentang uang duplikat tersebut : Dahulu saat pemerintah Orde Baru masih berkuasa pernah memberikan order kepada pemerintah Australia untuk mencetak uang pecahan Rp.100.000,- yang jumlahnya Rp.1.000 trilyun (..ck...ck...ck..) Setelah uang itu jadi dan telah dikapalkan ke Indonesia keadaan dalam negeri sedang rame apa yang namanya REFORMASI.Sehingga uang hasil pencetakan belum sempat masuk ke Bank Indonesia.Sampai saat ini uang tersebut masih ada di tangan para Jenderal.Uang tersebut saat ini masih ada di beberapa Pelabuhan di Indonesia.Para Jenderal menahan uang tersebut sebab fee untuk mereka belum dibayarkan, sebesar 2% X Rp.1.000 trilyun, sesuai kesepakatan .Terakhir uang tersebut telah diserahkan ke pihak Bank Indonesia sejumlah Rp.50 trilyun.Sisanya masih disimpan para penguasa (para Jenderal) karena bayaran feenya tidak sesuai dengan kesepakata...

wuih mudik euy.....

Wah orang Indonesia memang hebat (seperti saya...he..he...). Mudik tradisi yang dilakukan kebanyakan orang Indonesia.Untuk urusan yang satu ini apapun dilakukan. Sebab ritual yang terjadi 1 tahun sekali ini merupakan ajang untuk silaturahmi menyambung tali kasih dan persaudaraan. Kebetulan saya ini perantau, asli slawi kerja di Bogor ya jelas pasti ikut mudik.Tahun ini pertama kalinya saya mudik tidak sendiri, lebaran kali ini cinta dan nayla ikut merayakan hari raya dirumah Mbahnya. Ternyata gak ketulungan "PEGEL" seperti saya mudik butuh biaya yang benar-benar nguras dompet,ATM, sampai kas kantor.Coba bayangkan tiket bus yang hari biasa Rp.125.000 menjelang lebaran harga tiket meroket menjadi Rp.225.000 wah gila bener.....! Tapi semua pengeluaran itu terobati oleh hangatnya silaturahmi dengan keluarga, sahabat dan teman terutama nayla yang baru pertama ketemu sama semua saudara Ayahnya.